SEMARANG - Langkah percepatan pembangunan ekonomi berbasis desa terus didorong. Di Aula Makodam IV/Diponegoro, Jumat (24/4/2026), Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin membuka Rapat Koordinasi percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sebuah program strategis yang digadang menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan.
Dalam forum yang dihadiri jajaran TNI dan para kepala desa se-Jawa Tengah dan DIY itu, Pangdam menegaskan pentingnya sinergi antara aparat teritorial dan pemerintah desa. Menurutnya, koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, tetapi instrumen untuk memutus rantai distribusi panjang yang selama ini membebani masyarakat.
“Koperasi Merah Putih harus menjadi motor penggerak ekonomi desa. Kita ingin distribusi lebih efisien dan harga di tingkat masyarakat tetap stabil, ” tegas Mayjen TNI Achiruddin.
Program ambisius ini menargetkan pembangunan ribuan gerai koperasi dalam waktu singkat. Dalam waktu 92 hari kerja, ratusan titik harus siap operasional sebagai bagian dari agenda nasional. Bahkan, pemerintah pusat telah menjadwalkan peluncuran 1.000 koperasi pada Mei 2026.

Untuk wilayah Kodam IV/Diponegoro, saat ini sebanyak 441 titik di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta tengah dipersiapkan. Namun tantangan besar masih membayangi. Hingga akhir Juli 2026, total 6.262 titik koperasi ditargetkan rampung, sementara ratusan lokasi lahan masih dalam proses penyiapan.
Pangdam mengingatkan pentingnya kesiapan lahan yang bersih dan bebas sengketa agar pembangunan tidak terhambat.
“Kami minta para kepala desa memastikan lahan yang disiapkan benar-benar clear and clean. Ini penting agar proses pembangunan berjalan cepat tanpa kendala administratif, ” ujarnya.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Pangdam juga mendorong keterlibatan masyarakat melalui skema padat karya. Dengan demikian, pembangunan koperasi tidak hanya menghasilkan infrastruktur ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi warga desa.
Ketua Umum Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) yang turut hadir menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia menilai kolaborasi antara TNI dan pemerintah desa menjadi kekuatan utama dalam mempercepat realisasi program nasional.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menjadikan Jawa Tengah dan DIY sebagai contoh nasional dalam pengembangan koperasi modern berbasis desa. Selain mempercepat pertumbuhan ekonomi, program ini juga memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Dengan target besar di depan, Kodam IV/Diponegoro menegaskan komitmennya untuk mengawal program hingga tuntas, sebagai bagian dari upaya nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari tingkat desa.
(Agung)

Updates.