SEMARANG - Panglima Kodam (Pangdam) IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., menegaskan pentingnya profesionalisme, adaptivitas, serta menjaga nama baik institusi TNI dalam Upacara Bendera 17-an bulan April 2026 yang digelar di Lapangan Makodam IV/Diponegoro, Semarang.
Upacara yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kodam IV/Diponegoro. Kegiatan rutin tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat disiplin, soliditas, dan komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dalam kesempatan itu, Pangdam membacakan amanat Panglima TNI yang diawali dengan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Minal ‘aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Terima kasih atas dedikasi dan loyalitas seluruh prajurit dan PNS yang tetap menjalankan tugas dengan baik di tengah dinamika situasi global, regional, dan nasional, ” demikian kutipan amanat Panglima TNI.
Panglima TNI juga menyoroti kompleksitas tantangan ke depan, mulai dari konflik internasional hingga dampak krisis energi global yang berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan. Oleh karena itu, seluruh personel TNI dituntut untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam menjalankan tugas.

Selain itu, prajurit dan PNS diingatkan untuk senantiasa menjaga integritas, menaati hukum, serta bijak dalam menggunakan media sosial di tengah derasnya arus informasi digital.
“Setiap prajurit harus mampu menjaga sikap dan perilaku, termasuk dalam bermedia sosial, agar tidak terpengaruh informasi yang menyesatkan serta tetap menjaga kepercayaan masyarakat terhadap TNI, ” tegasnya.
Lebih lanjut, Panglima TNI menekankan pentingnya peningkatan keimanan dan ketakwaan, serta konsistensi dalam memegang teguh nilai-nilai dasar keprajuritan. Hal ini dinilai sebagai fondasi utama dalam membangun TNI yang kuat dan profesional.
Menghadapi dinamika ke depan, TNI diharapkan terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif.
Upacara 17-an sendiri merupakan tradisi militer yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga sarana refleksi dan penguatan jati diri prajurit dalam menjalankan tugas pengabdian kepada negara. (PERS)
